Diskominfo Apresiasi Diklat Pemantapan Jurnalistik yang Diadakan Sekber

Diskominfo Apresiasi Diklat Pemantapan Jurnalistik yang Diadakan Sekber

transdepok.com – Sekretaris Bersama (Sekber) Wartawan Kota Depok menyelenggarakan Diklat (pendidikan dan latihan) Pemantapan Jurnalis, dengan tema “Membangun Profesionalitas dan Kemerdekaan Wartawan”.

Diklat yang diikuti 27 peserta dibuka oleh Diskominfo Depok yang yang diwakili Kepala Seksi Komunikasi Publik, Rusmiati, Rabu (13/3/19) di Kantor Sekber Wartawan kota Depok.

Rusmiati dalam sambutannya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Diklat Pemantapan Jurnalistik ini.

“Dengan adanya acara Diklat Sekber ini, saya berharap semoga bisa lebih mengedukasi masyarakat Depok dalam pemberitaan, dan juga bisa menyuguhkan berita yang berimbang,” kata Rusmiati.

Lebih jauh Rusmiati mengungkapkan bahwa diklat pemantapan ini sangat perlu terkait profesi wartawan itu sendiri.

“Sebelum di Diskominfo, saya dulu di Disdik. Dalam dunia pendidikan atau profesi, sertifikasi profesi itu sangat penting,” tambahnya.

Dalam pembukaan, Ketua Presedium Sekber Wartawan Kota Depok Herry Budiman, mengungkapkan bahwa program diklat ini sudah masuk dalam program kerja sekber di tahun 2019 ini, sebagai bekal dasar untuk mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) yang direncanakan pada Mei mendatang.

“Peserta diklat pemantapan ini dari dan oleh wartawan sekber. Sifatnya sharing, dan bukan berarti yang ikut diklat ini tidak memiliki kapasitas. Diluar itu, pemateri juga ada yang dari luar yaitu dari LKBN Antara.” jelas Herry.

 

Dia menjelaskan, Diklat ini sebagai tiket awal seleksi yang dilakukan Sekber untuk siapa-siapa saja yang mengikuti UKW kelak.

“Jadi, jangan ada yang “bolong” ikuti diklat ini hinggu sesi keempat pada 3 April nanti. Yang “bolong” tidak akan menerima sertifat Diklat” pungkas Herry.

Sementara itu, Putra Gara, selaku ketua acara berharap diklat pemantapan ini selain untuk mempererat persaudaraan profesi, juga meningkatkan nilai-nilai keilmuan dibidang kewartawanan.

“Karena untuk jadi seorang wartawan itu tidak boleh berhenti untuk belajar. Bila seorang wartawan berhenti belajar, ia akan ketinggalan zaman,” kata Gara.

Usai acara pembukaan, dilanjutkan dengan pengantar Diklat oleh Amri Safari, Putra Gara dan Herry Budiman.(Red)

center banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan