Rapat Persiapan PSBB di Kota Depok

transdepok.com – Mengingat Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah menyetujui penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok sebagai upaya mempercepat penanganan penyebaran virus Corona atau Covid-19. Pemkot Depok terus mematangkan persiapan PSBB di Kota Depok.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris Minggu (11/04/20) mengatakan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan. Antara lain dari sisi sarana dan prasarana kesehatan, keamanan, dan aspek pemenuhan kebutuhan dasar.

“Untuk warga yang akan mendapatkan bantuan sosial, baik dari APBN, APBD Provinsi, maupun APBD Kota Depok sudah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Depok yang ada di Dinas Sosial,” ujarnya usai mengikuti video conference dengan Gubernur Jawa Barat, di  Balai Kota

Saat ini, Kota Depok juga telah terbentuk Kampung Siaga Covid-19 di 902 Rukun Warga (RW) dari total 924 RW yang ada. Atau telah mencapai  97,6 persen.

“Kampung siaga ini juga dijadikan sebagai lumbung pangan warga bagi warga yang mampu bisa membantu yang kurang mampu melalui wadah ini. Termasuk bantuan CSR, sedekah, zakat yang diberdayakan untuk kampung siaga agar berjalan secara efektif, berdaya, dan mandiri,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Metro Depok, Kombes Polisi, Azis Andriansyah menuturkan akan menyiagakan 50 personel di 20 pintu masuk dan keluar menuju Kota Depok. Hal ini dilakukan guna menyukseskan penerapan PSBB.

“50 personel tersebut dibagi dua shif yaitu 25 orang di pagi hari dan 25 orang lagi untuk sore atau malam hari, Selain kepolisian, petugas yang berjaga juga terdiri dari TNI, Dishub Kota Depok, dan Satpol PP Kota Depok. Serta memberdayakan Pokdarkamtibmas dalam pelaksanaannya.” katanya

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengapresiasi persiapan teknis yang sudah dilakukan. Serta mengajak seluruh warga Kota Depok dan wilayah lain yang menerapkan PSBB agar bersama-sama menaati aturan tersebut.

“Insya Allah dengan kekompakan para pemangku kepentingan dan warga wilayah Jabodetabek yang merupakan kluster 70 persen penyebaran covid-19, maka masalah ini bisa dikendalikan dengan lebih baik dan terukur,” terangnya.

 38 views