Pembelajaran Berqurban di SMPN 25 Depok

Penyerahan (ijab qabul) hewan qurban kepada pihak sekolah

transdepok.com – Hari Raya Idul Adha merupakan hari raya yang memiliki makna tersendiri bagi seluruh umat Islam di dunia, selain menjalankan ibadah haji ke tanah suci Mekah, bagi umat Islam yang telah mampu diwajibkan pula untuk melaksanakan pemotongan hewan kurban. Sebuah kegiatan ibadah yang tentunya memiliki sarat makna, terutama menanamkan makna rela berkurban
.
Idul Adha adalah hari raya terbesar kedua bagi umat Muslim setelah Idul Fitri. Pada Idul Adha memiliki keunikan tersendiri, karena pada hari inilah kaum muslim mengadakan ritual pemotongan hewan kurban.

Seperti halnya di SMPN 25 Depok, pada hari Sabtu, (02/9/2017) melaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban dengan tema Idul Kurban kali ini adalah “ Qurban sebagai Tanda Cinta, Cinta Allah Cinta Sesama”.

Wahyu Hidayat Kepala SMPN 25 Depok saat memberikan pesan kepada para siswa

Kepala Sekolah SMPN 25 Depok, Drs. Wahyu Hidayat, M.Pd mengatakan pada qurban kali ini SMPN 25 berkurban 1 ekor sapi dan 1 ekor kambing yang merupakan hasil dari pengumpulan dana yang bersumber dari seluruh warga sekolah baik siswa, guru dan karyawan sekolah
.
“inti dari Idul Adha adalah udhiyah atau pengurbanan yang biasanya disimbolisasikan dengan menyembelih hewan ternak seperti sapi, kerbau, atau kambing” ujar Wahyu

Pengorbanan atau jiwa berkurban adalah sesuatu yang tidak sia-sia tapi sesuatu yang sangat bermanfaat untuk menyegarkan kembali semangat kehidupan yang gotong royong, saling menolong, dan saling pedul.

Harapan kedepan semoga kegiatan Idul Qurban bisa menjadi agenda rutin sekolah yang berkelanjutan setiap tahunnya dan semoga bisa mengadakan hewan kurban lebih banyak dari tahun ini.

Ustadz Abdu Gofur

Sementara itu, Ustad Abdul Ghofur sebagai ketua panitia Idul Qurban sekaligus sebagai guru untuk mata pelajaran PAI dan juga Pembina Rohis menambahkan, Ibadah Qurban mendatangkan dua taqarrub (pendekatan) sekaligus, yakni taqarrub kepada Allah SWT dan kepada manusia.

“Ini dua dimensi, yaitu hablum minallah dan hablum minannas yang menjadi ciri utama dari ajaran Islam. Taqarrub kepada sesama, menghadirkan dorongan keberagamaan yang bukan hanya menjadi kesalehan individual tapi juga kesalehan sosial,” jelasnya

Seremonial acara pembelajaran berkurban diawali dengan pembukaan, pembacaan kalam illahi dari siswa kelas 8, dilanjutkan dengan sambutan dari kepala sekolah, kemudian tausiyah dan doa dari ustad Deden Saputra, dan diakhiri dengan serah terima ( Ijab dan Qobul) hewan kurban dari perwakilan siswa kepada pihak sekolah.

 63 views

Tinggalkan Balasan