SMPN 25 Depok Produksi Film “PENGABDIAN TANPA BATAS”

transdepok.com – Dengan telah diproduksinya film “ Pengabdian Tanpa Batas” yang diproduksi oleh DJIGO PRODUCTION ini, Drs. Wahyu Hidayat, M.Pd, Kepala SMPN 25 Depok mengatakan sangat bangga dengan hasil karya guru-gurunya.

“Ini adalah salah satu kreatifitas yang harus kita kembangkan supaya kedepan dapat menghasilkan karya yang lebih spektakuler lagi” ucapnya.

Launching perdana film “Pengabdian Tanpa Batas” akan dilaksanakan hari Sabtu, 27 Januari 2018 Pukul 10.00 WIB di Studio Djigo SMPN 25 Depok.

“Ayo saksikan bersama-sama, dan buktikan kehebatan para pemain dan segenap crew pendukungnya” ajak Wahyu

Alur Cerita Film “Pengabdian Tanpa Batas”

Para siswa-siswi SMPN 25 yang merupakan crew dan pendukung Film “Pengabdian Tanpa Batas”

DJIGO PRODUCTION, mempersembahkan karya perdana dalam film yang berjudul “ Pengabdian Tanpa Batas”.

Film yang berdurasi 60 menit ini menceritakan sebuah kisah perjuangan seorang guru dalam pengabdian dan keihklasan. Latar pengambilan gambar diambil di lingkungan SMPN 25 Depok  di Jalan Pertiwi Raya komplek Bappenas Cinangka, Sawangan Depok.

Film yang disutradarai oleh Insyirah Elsadina Sharen, Erik Maulana (cameramen), Rismawati (makeup artist) ini menyajikan sebuah karya yang memanjakan mata kita. Kita akan dibuat terlena dengan alur cerita, keindahan gambar dan kepiawaian makeup artist dalam menyulap para pemain keluar dari usia sebenarnya.

Film ini mengisahkan Guru Akmal yang diperankan oleh Akmal Khatami (siswa kelas IX) seorang guru honorer di sebuah sekolah menengah pertama.

Sebagai guru honorer tentu gaji yang diterima Pak Akmal tidak banyak. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Pak Akmal juga mengajar ngaji anak-anak di sekitar tempat tinggalnya.

Tantangan sebagai guru di sekolah menengah cukup berat. Ia harus berhadapan dengan anak-anak remaja yang sedang mencari jati diri.

Salah satu murid yang cukup nakal di sekolahnya, yaitu Hansen. Ada saja ulah Hansen dan teman-temannya dari mulai merusak sepeda miliknya, ribut dengan teman, bahkan memprovokasi untuk tawuran dengan sekolah lain.

Namun itu semua dapat dilalui Pak Akmal dengan penuh kesabaran. Hingga buah manis dapat dipetik, ketika perjalanan waktu sepuluh tahun kemudian

 62 views

Tinggalkan Balasan